Stuck in Under Review … huh menyebalkan!
Salah satu persoalan pelik dan sangat menyebalkan bagi advertiser Adwords saat ini adalah “Under Review” issue. Ribuan advertiser diluar sana ‘mengutuk’ keras sikap Google yang semakin menyulitkan sistem Adwords mereka. Tak hanya pengiklan biasa, mereka yang telah mengantongi sertifikasi individual maupun company professional pun tak habis pikir dengan sikap Google yang semakin ‘menyebalkan’. Apakah ini bagian dari strategi marketing Google Adwords yang semakin membuat banyak pihak mulai berpaling mengiklan di Google dan jaringannya?
Baca saja di forum resmi Adwords sendiri, banyak keluhan dari para pengiklan, selain lamanya waktu approval sebuah iklan dan stuck pada status ‘under review’ yang tak jelas kapan waktu pasti iklan akan di approve.
Saya sendiri menghadapi hal yang sama sejak Adwords mengganti sistemnya dengan sistem yang ‘katanya’ jauh lebih baik, lebih cepat, dan lebih mudah, namun kenyataan menjadi sebaliknya. Awalnya saya hanya berpasrah pada status ‘under review’, namun penantian itu tak kunjung berakhir … seminggu, 2 minggu, 3 minggu, dan seterusnya, tak ada kabar berita baik maupun buruk dari pihak Google.
Untuk segera escape dari status ‘under review’ perlu tindakan dan pantang menyerah. Coba terus sampai tim Adwords dibelakang sana bosan dan akhirnya memutuskan untuk meng-approve iklan Anda … hehehehe ….
Ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah iklan secara otomatis diambil sistem untuk pengapprovan manual, dan ironisnya hal-hal tersebut tidak dibeberkan secara transparan oleh Google sendiri (benar-benar menyebalkan). Pihak support pun begitu lama merespon setiap pertanyaan, dan kalaupun mendapat respon, isi jawabannya hanya sekedar copy paste dari artikel FAQ atau Help.
Hindari mengedit sebuah iklan yang telah berstatus approved. Cukup ‘pause’ saja, dan aktifkan kembali apabila akan digunakan. Sebaliknya, edit terus sebuah iklan yang tidak ingin keluar dari status ‘under review’-nya setiap selang beberapa jam. Gunakan kombinasi/variasi kata-kata pada iklan karena kemungkinan Anda telah menggunakan sebuah/lebih kata yang memicu stop word.
Buat sebanyak mungkin adgroups dan seminim mungkin keyword untuk masing-masing adgroup. Usahakan keyword yang dipilih disebutkan pada iklan yang Anda buat. Dengan relevansi yang baik antara keyword dan iklan akan meningkatkan Quality Score.
Bagaimana dengan landing page? Apakah landing page juga memicu quality score? Secara teori, ya! Pada prakteknya, WTF, landing page hanya berpengaruh sedikit sekali. Saya pernah membuat sebuah campaign dengan landing page yang FULL FLASH, dan iklan ‘baik-baik’ saja. Sebaliknya, pada sebuah kasus dengan landing page yang ‘RICH KEYWORD’ malah ber-QS memprihatinkan.
Yang juga patut diperhatikan adalah histori CTR sebuah landing page dalam hal ini sebuah situs. Jika berhistori buruk, dengan rata-rata CTR dibawah 1% secara global (pada 1 account) akan memicu QS yang buruk juga. Kalau histori sebuah situs sudah buruk dan Anda tetap ingin menggunakan situs tersebut, gampang saja, buat account Adwords baru :P
Cara termudah dalam pemilihan keyword adalah menggunakan tool-tool yang disediakan Google sendiri. Setiap kali pembuatan iklan, Google menawarkan beberapa keyword yang dianggap related dengan landing page Anda dan memiliki trafik pencarian yang bagus. Dengan mengikuti suggested/sample keyword yang ditawarkan, dapat dipastikan keyword-keyword tersebut akan memiliki QS yang optimal. Namun tidak untuk situs-situs berbahasa Indonesia. Kemungkinan Google belum mengadakan penyempurnaan sistem untuk bahasa Indonesia. Sebagai contoh sebuah landing page yang menjual barang elektronik. Lucunya Google Adwords menawarkan keyword-keyword sampah seperti; cara cepat kaya, cari duit, kaya raya dari internet, uang panas, kaya cepat, abg bugil, gambar cewek, dan lain-lain. Memang harus diakui, keyword-keyword tersebut memiliki trafik pengguna yang tinggi di Indonesia, namun jelas tidak akan memicu penjualan. LoL ….
—
The author is a Certified Google Advertising Professional.
Filed Under: Articles
Search Terms: âàííû, cara google keyword tool dalam bahasa indonesia, kenapa adwords under review lama, script cara cepat drop entrecard, zeitgeist/xpress dvd uk,





Tetap semangaaat mas…
Untuk advertiser lama keknya tidak terlalu berpengaruh, terutama yang hanya memiliki satu akun ya
tetep berjuang mas jangan nyerah sukses selalu
google memang sll cari perhatian ya mas,biasalah..dunia kapitalis sprti skr smua ttg uang..tetap smgt mas..slam kenal
saya belum mengerti om, karena blm pernah main adsense..
sukses selalu untuk om
Paman Google emang menyebalkan, dah mempersulit pengiklan,,eh main sunat PR blog gara-gara main paid review :-(
Wah, ga pernah main Adwors, jadi kurang mudeng :P
wah permainan para profesional.. saya blom paham mas :)
belum pernah coba yang seperti ini, makasih infonya bli
wah belom pernah coba jadi advertiser :D . hmmm tapi tetep semangat aja bos ;)
Good posting bro, thank you.
Gw malah belum punya n baru mau buat account nya
:hammer:
nice info
Tims, sharingnya sangat berguna. Salam …
google oh google, kapankah ini akan berakhir.
Makin galak aja nih mbah gugel.
saya punya kasus CTR saya historynya buruk dan QS dibilang 2/10 dan kewordnya “poor”. harus bikin account baru ya. pantesan saya coba2 pasang ads dan keyword apapun tetep dibilang “poor”.
makasi bli infonya
sumpah Om BC, saya mampir kesini ga nyari ‘abg cewek bugil’
:D
Memang adword sudah tidak sama seperti dahulu. Saya sukakan layout seperti dulu. Yg baru ni lebih menguntungkan mereka berbanding advertiser