Between Agus, Brokencode and Leonardo (Narsis Edition)

Ijinkanlah saya pada tulisan kali ini bernasis ria, bahkan amat sangat narsis. HIDUP NARSIS! Saya sudah membayangkan wajah Anda saat membaca tulisan ini; mungkin sambil mencibir atau menghujat saya, atau mungkin tertawa terbahak-bahak sambil mencaci-maki pengakuan saya, atau mungkin bernafas lega, karena akhirnya saya menulis juga sebuah hal yang sudah lama ingin Anda ketahui. Atau bahkan mungkin menangis tersedu-sedu membaca cerita saya yang penuh dengan keprihatinan. Atau mungkin berlari mencari kantong plastik karena mual dan ingin muntah. Heheheheheh …. Loh kok ketawa ??? Serius nih !!! Oke … Pasang wajah serius, grak !!! Dalam tulisan ini diri saya sendiri akan menjadi objek kedua biar lebih seru dibaca :D
Agus Susanto
Lah, itu nama asli saya, pemberian orang tua saya dan tercatat resmi pada akta kelahiran saya, surat nikah, KTP, SIM, STNK, NPWP, buku tabungan, deposito, surat tanah, surat rumah, surat saham dan obligasi (nggak ding. Yang disebutin terakhir jangan percaya :P). Agus adalah seorang yang hidup apa adanya, rendah hati, dan tidak sombong. Perjalanan hidupnya yang berliku-liku, penuh cobaan dan derita, telah menempanya menjadi sosok yang mandiri dan tidak pantang menyerah. Meski usianya sudah kepala 3, namun masih terlihat segar dan muda karena rajin minum jamu rapet wangi (gak nyambung ya ??? ).
Terlahir 22 Agustus, 30 tahun yang lalu di Bandar Lampung, adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Agus adalah sosok yang pendiam. Sebenarnya dia dapat bicara panjang lebar, namun disetiap kesempatan ia berbicara panjang lebar itu, lawan bicaranya selalu bingung, karena bicaranya gak pernah nyambung. Hihihihi … Apakah ia malas bicara. Ya! Irit bicara karena energinya memang terbatas. Bisa dilihat dari posturnya yang kurus kering, jarang mandi, jarang tidur, dan jarang makan. Lebih sering melamun, berpikir keras tentang sesuatu (semoga bukan pikiran kotor. Aminnnnnn …. Semoga juga bukan memikirkan obsesi yang tidak pernah terwujud agar tidak menambah beban dan penghuni rumah sakit jiwa. Amin lagiiii ….). Penganut paham TALK LESS, DO MORE ini, lebih mementingkan tindakannya dibanding bicaranya karena ia percaya bahwasan nanti, hasil dari tindakan tersebutlah yang akan berbicara jauh lebih banyak dan lebih jelas dibanding kata-kata yang harus dikeluarkan dengan energi berlebih sebelum melakukan tindakan tersebut ( … wise banget dah, kayak buku motivasi … ). Akibat dari prinsip TALK LESS, DO MORE tadi, ia harus menikah diusia belia, karena saat berpacaran, jarang bicara namun banyak tindakannya (Ssstttt ….. maksud lo ??? Gak kok, boongan :D)
2 nama berikut ini adalah nama samaran yang diciptakannya. Apalah sulitnya membuat sebuah imej didunia maya. Andapun dapat menjadi siapapun disana. Namun akibatnya, Agus seperti memiliki kelainan jiwa karena berkepribadian ganda, bahkan multiple. Terkadang ia lupa sedang menjalani dunia nyata dan tetap memerankan sosok Brokencode yang gandrung internet, lupa waktu didepan internet, hingga lupa istri menanti jadwal ronda yang berujung dengan fenomena piring terbang. Lain contoh, seperti saat diundang berbicara disebuah seminar. Sebenarnya pihak penyelenggara acara mengundang Brokencode yang hadir disana untuk berbicara lepas dan membagikan nasihat dengan gaya Brokencode-nya yang khas. Namun terkadang Agus tidak mampu menghadirkan sosok Brokencode pada saat yang tepat sehingga berakhir dengan tragedi pemutusan koneksi internet beberapa hari oleh Agus untuk menghukum Brokencode yang bandel.
Brokencode
Berawal dari hobi ‘nongkrong’ di channel-channel chatting IRC (sekitar 8 tahun lalu), Agus ingin menciptakan imej yang kontras dengan sifat aslinya. Agus yang sebenarnya berwajah ‘baby face’ ingin menciptakan sosok yang seolah-olah berwajah sangar, yang sebenarnya kurus, ingin menciptakan sosok yang tinggi besar berotot banyak bulunya. Yang sebenarnya bodoh, ingin menciptakan sosok yang smart, yang sebenarnya pendiam, ingin menciptakan sosok yang cerewet, yang sebenarnya serius, ingin menciptakan sosok yang ngebanyol.
Walhasil (yes, yes, yes), saat Brokencode telah populer dan terkenal seperti sekarang ini (Iri ??? Hehehehe), disaat-saat gathering ‘beneran’ atau kopi darat, teman-teman dunia mayanya kerap tidak percaya bahwa sosok Agus yang ditemuinya saat itu adalah seorang Brokencode yang tersohor itu (mantap dah. Lanjut gan …). Namun terkadang Agus menyesal telah menciptakan sosok Brokencode yang sering angkuh, sok pinter dan narsis banget.
Selain itu istilah Brokencode sendiri diambil dari salah satu istilah dalam bahasa pemograman python yang saat itu sedang digandrungi Agus. Namun yang lebih tepat untuk pemilihan nama adalah karena memang saat itu Agus tidak pernah berhasil membuat coding-annya berjalan menurut kehendak, alias GATOT; gagal total! Kasian ya ??? Hikz … hikz … hikz …
Leonardo Chen
Waduh … agak malu juga untuk mengakui mengapa saya pilih nama ini (*^_^*), tapi karena memang sudah takdirku untuk dilahirkan kedunia sebagai seorang yang jujur dan rupawan, akan saya tulis juga.
(8 tahun silam dan masih jomblo…) Karena wajah ndeso dan pas-pasan, miskin dan gak punya kerjaan, Agus ingin menciptakan sosok maya yang berwajah kota dan ganteng, kaya raya dan seorang pebisnis yang sukses. Maka dipilihlah nama Leonardo dengan harapan saat orang membayangkan yang tampil dalam pikirannya ada sosok Leonardo di Caprio. Imej dibentuk dapat dikatakan berhasil dengan mengantongi sejumlah nama wanita yang notebene bersedia menyandang status sebagai pacar (meski hanya didunia maya. Kasian lagi deh …). Beribu-ribu alasan dibuatnya setiap kali sang pacar dunia maya ingin bertemu didunia nyata. Pokoknya menjijikan sekali! Puiiihhh …. Najis tralala pokoknya ! Saya sendiri jadi mual menceritakannya … :P
— end of story —
Dari semua itu wahai pembaca yang budiman …. kini Agus sudah insyaf dan mengakui kekhilafannya karena telah berupaya menipu teman-temannya didunia maya yang sebenarnya telah membesarkan namanya hanya untuk menutupi kekurangannya.
Teman-temanku tercinta, kini terimalah aku apa adanya … dengan segala kerendahan hati dan kekuranganku, inilah aku ….
Terus postingan ini sendiri ditulis oleh siapa? Agus, Brokencode, atau Leonardo Chen? Hmmmm …. saya sendiri lupa, sedang jadi siapa saya ini …. Puiffff ….. BTW, konsultasi psikolog berapa ya biayanya ???
Filed Under: My Opinion
Search Terms: melamun jewelry, agus brokencode,





Be Your self…!!!
Manusia itu dicipta dengan segala kelebihan yang tidak dimiliki manusia lain, walaupun tak sedikit kekurangannya
Kriiinnnggggg…(telpon berbunyi)
Penerima : ya halo…
Penelpon : Maaf, boleh saya tau dgn siapa saya bicara : Mas Agus , Brokencode atau Mr Chen…?? :D
Siip lah bisa tau siapa sebenarnya, master yang satu ini.
awas loh lama2 bisa hilang jati diri alias hilang ingatan alias lupa nama sebenarnya…bla..bla..bla.
Mantaplah pokoknya…
Tukeran link boleh ya?
Apsen lagi ah
Wakak,..
entar tak bilangin ama pak lurah lo..
kalo saya kenalnya adalah sosok brokencode gegegege
wah wah… dasar penipu ulung ternyata si bang agus ini wkwkwkw.. nice bro..
Hehehe, saya tidak melihat adanya narsis. Malah tulisan diatas adalah semacam biografi yang dibumbui kata-kata puitis. Eeek .. sptnya he euh .. naarr .. sis huahuehuehue.
dibuka juga kedoknya..
Udah diterima dari dulu kok..he..he…karena penggemar Jacky Chen…jadi Leonard Chen…Top abis.
lutju tenan
wah wah,, keren juga tuh dari agus jadi brokencode,hhe.. keren keren,, penggemar jackie chen ama leonardo di caprio ya?ehe
… Baru ketahuan belangnya :-) trus yg suka koleksi atau main gitar itu siapa ? kayaknya Leonardo ya ? Brocencode kan suka Inet ?
Kl sy pki nama lucky, biar nt bs beruntung spt mas Agus… siapa tau nt bs “heboh”… (mimpi kaleee…)
nama boleh sangar, tapi tampangnya itu loh..culun abis bro… bkwkwk :D
Brokencode alias kode rusak,lebih pas sob… *kenalnya emang sama nama ini dulu ketimbang Jackie chen.. Halah..
agus siapa ya? leonardo? gw hanya taunya brokencode..wkwkwkw
Jadi sekarang mending pake nama aseli aja mas, toh ga masalah lagi kan, ga perlu buat imej-imejan lagi apalah. TOch yang penting kerjanya.., gratisannya.. de-el-el hehehe….